^Back To Top

Tim ilmuwan Amerika Serikat dan Korea telah menemukan “lembar buatan” berbasis air yang dapat bertindak seperti sel surya (solar cell) untuk menghasilkan listrik.
 
Harga perangkat lunak ini kemungkinan tidak dipatok terlalu mahal dan lebih ramah lingkungan daripada sel surya standar yang berbasis silikon, kata peneliti tersebut.
Lembar buatan ini dibuat dari gel berbasis air yang diresapi molekul peka cahaya serta dipasangi dengan elektroda berlapis karbon.
 
Dengan meniru alam, lembar buatan ini bekerja dengan cara yang mirip dengan daun tumbuhan, yang mana sinar matahari merangsang molekul peka cahaya untuk menghasilkan listrik, atau menghasilkan gula bila pada tumbuhan.
 
Dalam sebuah percobaan, peneliti benar-benar meresapi gel dengan butir hijau daun, ternyata zat warna hijau pada daun inilah yang mengubah energi dari cahaya matahari menjadi gula, kata penulis pimpinan studi, Dr. Orlin Velev dari Universitas Negara Bagian California Utara dalam suatu siaran pers.
 
“Langkah selanjutnya adalah meniru mekanisme regenerasi diri yang terdapat pada tumbuhan,” kata Velev.
“Tantangan lainnya adalah mengubah gel berbasis air dan molekul peka cahaya tersebut dalam meningkatkan efisiensi sel suryanya.”
 
Di masa mendatang, lapisan lembar sel surya buatan lunak ini dapat digunakan melapisi atap untuk menghasilkan listrik, kata Velev.
 
“Kami tidak ingin berjanji muluk pada tahap ini, karena efisiensi perangkat ini masih relatif rendah dan jalan yang ditempuh masih panjang sebelum hal ini menjadi sebuah teknologi tepat guna.
 
“Namun kami percaya bahwa konsep perangkat “lunak” untuk menghasilkan listrik yang diilhami secara biologi ini dapat memberikan alternatif bagi solid-state (semikonduktor) masa kini.
 
Penelitian ini dipublikasikan secara online dalam Journal of Materrials Chemistry edisi 21 September. (Kat Piper/The Epoch Times/pls)