^Back To Top

Jambi (17/04/14) Walikota Jambi meminta agar Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta mayang Kota Jambi lebih profesional dalam mengelola perusahaan tersebut, termasuk dalam menjawab semua keluhan-keluhan masyarakat. Walikota meminta agar jajaran Direksi PDAM memberikan penjelasan yang detail secara teknis dan administratif kepada masyarakat pelanggan, termasuk kepada pemerintah Kota Jambi soal kendala pelayanan dan berbagai kerusakan yang terjadi jika terjadi masalah dan keluhan warga, selama ini ketika ditanya kendala PDAM, mereka selalu mengatakan anggaran minim, jangan sampai lagi anggaran dijadikan alasan kata Walikota usai melantik Dewan Pengawas PDAM Tirta Mayang Kota Jambi periode 2013 – 2017 kamis 17 April 2014 bertempat di ruang pola Kantor Walikota Jambi.

 


Walikota mengatakan "PDAM sudah mendapatkan alokasi dana khusus untuk menyebarluaskan informasi soal gangguan pelayanan air minum. Selama ini yang dicerca adalah Walikota bukan yang lain. Apapun yang terjadi dengan permasalahan PDAM saya tekankan ke PDAM, berikan informasi jika ada kerusakan, Jangan sampai kalau kami tanya anggarannya minim “ tegas Walikota.

Walikota Jambi juga meminta agar ke depan, Direksi PDAM Tirta Mayang dan Dewan Pengawas PDAM harus bersinergi dalam memajukan perusahaan daerah tersebut. Dewan pengawas bisa melakukan penilaian terhadap kinerja Direksi PDAM dan kemudian melaporkannya kepada Walikota sebagai Kepala Daerah. Dewan Pengawas bisa merekomendasikan untuk pergantian, pemberhentian dan pengangkatan Direksi. tiga orang Dewan Pengawas PDAM Tirta Mayang Kota Jambi yang telah dilantik itu adalah, Ketua Dewan Pengawas dijabat oleh Hairudin Fikri yang juga merupakan Kepala Dinas PU Kota Jambi, kemudian Asmarjani sebagai Sekretaris Dewan Pengawas dan dari Akademisi yakni Salman Jumali dari Universitas Jambi sebagai anggota Dewan Pengawas PDAM.

Ketika ditanya kenapa Kadis PU yang ditunjuk Pemerintah Kota untuk mewakili pemkot di Dewan Pengawas, Walikota mengatakan ada hubungan dan korelasi antara PDAM dan PU. Selama ini ada jarak antara keduanya, sehingga pengerjaan-pengerjaan PDAM sering tidak koordinasi, “Sering PDAM mau masang pipa tidak boleh membongkar jalan, karena apa, karena tidak ada koordinasi. Makanya kami tunjuk Kadis PU ucapnya. (SUP/Humas PDAM) ***